Home > siswa > PENDIDIKAN DI INDONESIA
PENDIDIKAN DI INDONESIA
Posted on Kamis, 22 Maret 2012 by Unknown
PENDIDIKAN DI
INDONESIA-Membicarakan hal yang satu ini mungkin tidak akan habis-habisnya. Ya,
dengan keadaan yang ada sekarang ini, ditandai dengan demo di sejumlah tempat
yang pada dasarnya menuntut pendidikan murah. Tapi saya tidak ingin menulis
tentang demo tersebut. Saya hanya ingin menceritakan beberapa keluhan handai
taulan (bahkan sampai berdebat kusir hehehe) tentang pendidikan ini.Salah satu
teman saya, agak berang, bilang “Masak sudah sudah ada BOS, kita masih harus bayar
Rp. 15.000 per bulan? Di SD lainnya kok enggak bayar lagi.”. Kebetulan memang
anaknya berada di SD Negeri 2, dimana ada 3 SDN dalam satu lingkungan
sekolah.Saya coba jadi counter-nya, “Mungkin di SDnya banyak ekstra kurikuler.
Sudah cek atau belum? Ada komputer atau enggak?”.Dia langsung menyanggah, “Ah
enggak ada kayak gituan. sama aja!”Akhirnya lama berdebat, bahkan ditambah satu
orang lagi. Cuma jadi kemana-mana buntutnya. Menuduh KepSek korupsi, Guru
korupsi, Masya Allah. Setelah lama berdebat, disimpulkan bahwa sebagian dana
anggaran orang tua tadi digunakan untuk perbaikan WC, prasarana gedung, tiang
bendera, biaya mencat pagar dan lain-lain.Akhirnya, saya merasa menyadari ada
ketidak-adilan disini. Kalau sudah tidak adil, pasti melanggar Pancasila,
“Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia”. Kita bisa bandingkan SD Negeri
di tengah kota dengan SD Negeri di kampung. Terasa sekali ketimpangan sosial
antara kedua SD tersebut. Berita hari ini, ada satu SDN yang roboh.
Menurut ‘mata-adil’
saya, seharusnyalah setiap Sekolah Negeri di negeri ini mempunyai prasarana
yang sama, baik dipedalaman Papua sana, atau yang berada di pusat kota Jakarta.
Tidak boleh dibedakan. Karena ini Sekolah Negeri (atau Sekolah miliknya
negara), maka tidak boleh juga menerima sumbangan dari pihak lain. Mutlak harus
dibiayai negara.Perbedaan Uang Pangkal juga menjadi pertanyaan. Kok, sama sama
sekolah negeri uang pangkal berbeda? Tiap sekolah pasti punya jawaban (atau
alasan) mengapa mereka menarik uang pangkal sedemikian besar. Uang sejenis
inipun harus ditiadakan untuk sekolah Negeri. Alasannya sama dengan di atas,
tidak boleh ada perbedaan antar sekolah negeri.Tentu lain halnya dengan sekolah
swasta, yang sah-sah saja menerima sumbangan dari pihak manapun.Saya tidak tahu
keadaan makro dari Anggaran Belanja Negara untuk pendidikan yang konon terlalu
kecil. Saya juga tidak mengetahui kondisi dana subsidi Minyak (yang jadi
BOS).“Kaca mata” saya mungkin perlu diperbaiki, untuk menentukan apakah cukup
adil kondisi di atas. Apakah benar pendapat saya, bahwa setiap Sekolah Negeri
harus memiliki prasarana yang sama? Saya sendiri masih belum yakin.
Category Article negara, pendidikan, siswa
Popular Posts
-
Kartu jaringan (Inggris: network interface card disingkat NIC atau juga network card) adalah sebuah kartu yang berfungsi sebagai jemba...
-
Pada artikel ini akan membahas mengenai salah satu perangkat keras komputer yang sangat penting yaitu RAM ( pengertian dan perkembangan RAM...
-
PCB (Printe d Circuit Board) Pada umumnya, papan PCB berwana hijau. Pada PCB inilah beberapa komponen chip memory terpasang.PCB ini se...
-
nhi gan saya kasih tahu cara menghilangkan "Tampilan posting dengan label .... " . gak usah lama-lama nhi caranya :: 1. lo...
-
Sejarah Prosesor Bicara komputer tentu tak lepas dari prosesor, yag umumnya dikenal sebagai otaknya komputer. Dialah yang mengatur da...
-
Dalam hal ini, mungkin kalian tidak akan merasa asing, karena pola pendidikan di Jepang bisa dibilang sama persis dengan pola pen...
Diberdayakan oleh Blogger.
Lencana Facebook
My Friend
Label
- Hardware (8)
- Sejarah (4)
- Unik (5)
- komputer (17)
- pendidikan (4)
- tips blogspot (6)

